Kamis, 08 Januari 2009

NEW PRODUCTS




Halllooo smuanyaaa....
We are now selling the new products...!

* Aksesoris batu dan mutiara (SOLD- coming up new editions also others accessories)

* Soft Lens temporer


Check it out more by clicking "READ MORE"













CONTACT LENS OK, Harga Reasonable!!!

Frescon y-Factor 6 bln 120 rb/psg buy 2 free 1

Acuvue 1 bln 180 rb/psg

FreshLook 1 bln 190 rb/psg

X2 3 bln 135-160 rb/psg

A+ n-Omega 6 bln 230 rb/psg buy 1 free 1*, dpt 2!

* tidak berlaku kelipatan
** utk semua merk terdapat warna hijau, biru, coklat, abu2. Warna lain tergantung stok

You can ask for these things by sms to 021 9857 2362...
Can't wait for your demands... thanks...

Readmore »»

MAAF YANG TAK PERNAH TERMAAFKAN

“Kamu memang nggak pantas jadi ayahnya Razi, kamu ada atau nggak ada… sama saja!”

Kata-kata pamungkas itulah yang aku ucapkan ketika Eky (suamiku) lagi-lagi berbuat kesalahan yang sama. Entahlah kali itu aku benar-benar sudah jenuh dengan kesalahannya yang itu-itu saja. Dan seperti biasa, Eky pun pergi meninggalkan kami dan aku tak peduli.

Satu minggu... dua minggu... tiga minggu berlalu, tak juga kudengar kabar darinya. Hatiku gelisah, perasaanku gundah. Ini tidak seperti biasanya. Ini bukan kebiasaan Eky.

Penantianku pun mendapat jawaban. Orang tuaku memanggilku dan mengatakan bahwa mereka telah melakukan rapat dengan orangtua Eky, dan keputusannya adalah: kami harus berpisah.

Saat itu aku hanya bisa diam, diam, dan akhirnya menangis. Meskipun rumah tangga kami sering diwarnai dengan pertengkaran, tapi aku tidak mau berpisah dengan Eky. Paling tidak untuk saat itu.

Ketika ibuku menanyakan: mengapa? Aku cuma bisa menjawab: aku mau tunggu sampai Eky mati! Entah mengapa kata itu yang keluar dari mulutku. Aku tidak bisa berpikir jernih, aku cuma mau mereka tahu bahwa cinta kami cukup kuat dan mampu menghalau rintangan yang ada.

Dua bulan setelah kejadian itu, aku mulai merasakan hal yang tidak biasa. Eky selalu hadir dalam mimpiku. Razi, yang saat itu baru berumur belum genap 2 tahun, mulai sering menanyakan ayahnya, padahal biasanya Razi tak pernah bertanya-tanya tentang Eky. Mungkin juga karena sekarang Razi mulai senang berceloteh, pikirku saat itu.


Mimpi-mimpi aneh tentang Eky terus menghampiriku. Tak hanya itu, aku pun mulai mengalami insomnia. Aku tak bisa memejamkan mata karena takut tidak dapat mendengar jika tiba-tiba Eky datang atau menelepon kami. Merasa mulai tidak nyaman dengan keadaan itu, aku lantas memberanikan diri mencari kabar Eky dengan bertanya kepada keluarganya, tapi hasilnya nihil. Mereka hanya mengatakan bahwa Eky ada di suatu tempat, mereka pun mengatakan bahwa Eky tidak akan kembali lagi ke Jakarta dan sudah merestui jika aku mau menggugat cerai dirinya. Aku sedih, aku kecewa dan murka. Aku marah pada keluarganya karena mereka tidak memikirkan perasaanku, atau paling tidak perasaan Razi. Kok, tega-teganya mereka berkata demikian.

Setelah bertukar pikiran dengan sahabatku, aku akhirnya memutuskan untk menyewa jasa pengacara demi mengurus perceraian kami. Aku mantap untuk meninggalkan Eky. Namun, meski sepertinya aku siap untuk berpisah dengan Eky, tak bisa kupungkiri bahwa aku masih mencintainya. Sangat.

Entah mengapa menjelang pembuatan draft gugatanku, aku merasakan seluruh sendi-sendi dalam tubuhku lemas sekali. Pikiranku kosong. Aku gamang menjalani keputusan ini. Dan, yang paling aneh, aku merasakan kangen yang teramat sangat pada Eky. Tapi tak ada yang bisa kulakukan selain menikmati kerinduan ini sendiri. Harus kuakui, aku kalah. Tak berdaya dengan keadaan dan tak mampu menolak kata “pisah”.

Malam itu, aku bertahajud dan memasrahkan apa yang akan terjadi pada Sang Khalik. Doaku malam itu: “Ya Allah, jika memang perpisahan adalah jalan yang terbaik bagi rumah tangga kami, aku mohon dimudahkan dan dilancarkan, tapi ya Rabb, sungguh aku takut akan perpisahan.”

Pagi itu, seperti biasa aku berangkat ke kantor, tapi kali ini rasanya tanpa nyawa. Langkahku gontai, mungkin karena sore nanti aku akan bertemu dengan pengacaraku.

Menjelang istirahat makan siang, satu pesan singkat masuk ke hp-ku. Kulihat segera. Dari Riris, adik iparku. Pesannya singkat: Nik, tolong hubungi aku segera, penting! Eky sudah nggak ada, Nik. Sudah pergi meninggalkan kita pagi tadi.

Lagi-lagi, aku hanya bisa diam, menangis, kemudian pingsan.

Mungkin inilah jawaban dari doaku malam tadi, mungkin juga inilah arti mimpi aneh tentangnya. “Jaga Razi ya,” ucap Eky dalam mimpiku semalam.

I miss him and only God knows how much.

Lagu “Lirih” yang dinyanyikan almarhum Chrisye benar-benar bisa menggambarkan apa yang yang kurasakan.

Kutahu semua tak mungkin kembali,
Kau telah pergi
Adakah kau mengerti, kasih
Rindu hati ini ingin memiliki lagi
Mungkinkah kau percaya, kasih?
Bahwa diri ini ingin memiliki lagi
…

Readmore »»

Rabu, 17 Desember 2008

Berbicara tentang belajar dari awal

setiap orang butuh belajar dalam hidupnya.
dari hal-hal kecil, seperti menggunakan sendok, atau sampai ke hal besar, seperti menyetir mobil.
tidak ada yang instan dalam hidup, tidak ada sesuatu yang terjadi dengan cepat.
semuanya pasti butuh proses, semuanya pasti butuh belajar.
yang namanya akhir pasti ada awalnya, yang namanya hasil pasti ada usahanya.
yup...itu semua tentang belajar sesuatu dari awal untuk dapet hasil yang terbaik.
dari yang bener-bener gak tau dan pertama kali nyoba, sampe yang bener-bener-bener-bener gak tau dan bener-bener baru pertama kali nyoba...

belajar dari awal, dari nol, lebih bagus! daripada yang dateng-dateng sok tau, seakan-akan tau padahal gak tau...
ada yang bilang "waktu kita datang ke tempat yang baru, kita harus datang dengan gelas yang kosong, untuk nanti di sana kita isi dengan banyak ilmu"
tapi tidak datang dengan kepala kosong, nanti jadi dongong, donk!



pertama belajar mikir, terus belajar nulis, setelah itu belajar ngomong, dan yang paling penting belajar menerima penolakan dan kritikan, bahkan sindiran...
setelah itu belajar untuk mempertahankan pendapat, belajar berdebat, dan belajar untuk menjadi pemenang saat yang kita utarakan diterima semua orang....
tapi, lagi-lagi semua balik lagi ke proses
dan proses itu butuh waktu, tenaga, dan usaha, dan doa....


"oke, setiap orang harus belajar untuk bisa kasih yang terbaik. tapi, belajar itu ada deadlinenya. belajar teruss? kapan bisanya?"

jadi..
"jangan berhenti belajar"

Readmore »»

Never give Up !!!!

Terhenti menatap wajahnya
Tak tahu berkata apa
Seribu harapan tiba-tiba seperti musnah
Hilang, terbang, tenggelam
Digantikan dengan kebingungan yang mutlak
Yang sering muncul menyeruak

Kenapa tak bisa berhenti memikirkannya
Padahal hidupnya hanya miliknya
Nafasnya adalah kekuasaannya
Dan langkahnya adalah kehendak hatinya
Seharusnya aku tak ikut campur
Tapi kenapa....



Ingin memeluknya dan berkata, jangan berhenti
Ingin membelainya dan berbisik, jangan menyerah sedetikpun
Ingin menggenggam tangannya dan berkata, aku di sini
Ingin ada di sisinya selalu dan berkata, wujudkan inginmu
Tapi kenapa, sepertinya dia sering menyerah...

Akupun melangkah keluar
Tak ingin terlalu mengganggu
Dia sedang menyusun puzzle hidupnya
Yang kadang akupun tak tahu

Readmore »»

Selasa, 16 Desember 2008

My Life is not a Fantasy

Ini realita, bukan khayalan. Ini kenyataan, bukan impian. Ini kehidupan manusia, bukan cerita dalam komik. Akhirnya aku bisa melihat semua dengan jelas. Mana yang nyata, mana yang gak. Ternyata selama ini aku hidup dalam khayalan, berharap semua cerita berjalan semanis cerita dongeng. Dan saat itu semua berakhir tidak sama dengan yang aku harapkan, aku menangis, marah. Padahal, itu semua terjadi karena aku yang tidak bertumpu pada kenyataan. Bahwa hidup gak selalu bisa seindah yang dibayangkan. Gak selalu manis seperti yang diharapkan. Aku dibangunkan oleh suara yang mengajakku kembali berdiri di atas dua kaki. Tak lagi melayang, tak lagi terbang. Karena, akhir sebuah cerita itu tak selamanya indah. Aku akan kembali ke dunia, dan melakukan semua seperti dalam dunia nyata. Tak lagi khayalan, tak lagi coretan tangan. Itu fiksi atau non fiksi. Itu nyata atau animasi. Semua orang harus kembali ke bumi...

Readmore »»

Inilah Saatnya

Ini tepat...
Saatnya melangkah maju, seperti yang sudah orang lain lakukan. Tak ada lagi yang bisa dilakukan, selain melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan...
Walau aku sendiri tak bisa menghentikan waktu yang terus berputar, yang selalu menumbuhkan tunas baru, dan menerbangkan daun-daun yang kering dan layu.



Apakah ini bisa selesai, hingga kita bisa menemukan satu ujung di mana jawaban akan tersimpan rapi dan siap ditanam?

Readmore »»

Minggu, 14 September 2008

Things for SALE


Try to figure out : The Good Foods Come From The Best Mom's Cooked

RIDIS Catering and Cakes provides
:

- All Kind of Malays (Aceh) and Javanese Foods
- Cakes and Jajan Pasar
- Box Menus : for Events and Catering Set

NDIS's Clothing (Other Things):
- Shirt and Dress from Bandung with Love
- All Kind of Jilbab Acehs ( with Payet and Bordir)

For Further Infos, please feel free to contact us :

(+6221 9857 2362)- sms only

( gyuliasti@gmail.com )

We supply you The Best Quality and The Nicest Prices...!!!
For seeing The List of Menus and The Products, please send an email or sms to the numbers above... (and click 'READ MORE' for seeing some products)








So, what are You waiting for..?
contact us for your Events and Your Fashion!!

Readmore »»